Kamis, 08 Desember 2011

Bupati Asahan Tinjau Pembagunan Alun-Alun dan Hutan Kota

Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP bersama Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc beserta anggota DPRD Asahan meninjau perkembangan pembagunan Alun-Alun dan Hutan Kota serta Masjid Agung Kisaran.
Bupati Asahan mengatakan bahwa pembagunan alun-alun kota menelan biaya sekitar Rp 20 milayar dan diprediksi selesai pada tahun 2014, begitu juga dengan hutan kota memerlukan m biaya sekitar Rp 27 milyar. Pembiayaan pembagunan tersebut dibebabnkan dalam APBD, namun menjelang tahun 2013, Pemkab Asahan akan mencari partisipasi kepada pengusaha atau masyarakat yang peduli terhadap pembagunan tersebut. “ Kita tunjukan dulu karya kita, setelah itu barulah kita coba meminta partisipasi masyarakat terhadap rencana pembagunan ini, agar APBD Asahan tidak beratkan, “ Kata Bupati Asahan dihadapan beberapa anggota DPRD Asahan, LSM, Wartawan serta SKPD, Rabu , 7 Desember 2011.

Selain nantinya keberadaan alun-alun kota dan hutan kota difasilitasi sesuai rencana diantaranya ada lokasi jogging, lapangan olahraga, tribun, danau buatan. Bupati Asahan menjelaskan bahwa dilokasi juga akan ada sekitar puluhan jenis tanaman langka yang akan ditanam, seperti tanaman Plamboyan, rumput gajah mini, pakis krol, soka merah, pagoda, cemara kipas, tanaman buah-buahan dan lainya. Keberada tanaman tersebut dilokasi natinya dapat menjadi tempat penelitian keilmuan. “ Tanam langka tersebut kita tanam dalam kondisi sudah besar, bukan dari kecil, hal ini kita lakukan agar perawatannya lebih mudah, “ kata Bupati, seraya mengatakan masyarakat dapat meyumbangkan tanamannya, lebih banyak masyarakt menyumbang tanaman, maka lebih sedikit anggaran diperlukan, pasalnya biaya tanaman yang akan ditanam memerlukan biaya cukup besar.

Mengenai pembagunan Masjid Agung Ahmad Bakrie yang menelan biaya sekitar Rp 50 milyar yang kini pekerjaan sudah tahap pemasangan tiang. Pembagunan masjid tersebut nantinya dilakukan dengan tahun jamak, karena pembagunan masjid Agung Kisaran harus dikerjakan dengan satu kesatuan, artinya rekanan yang melakukan tidak boleh ganti-ganti, mengingat pembaguna masjid yang nantinya menjadi icon Sumut memiliki seni yang tinggi.

Sementara itu, wakil Ketua DPRD Asahan, Armen Margolang yang didampingi oleh anggota dewan lainya seperti, Handi Arfan Sitorus, Lela Sari Sinaga, Syahrial, Zaharuddin dan Sudung mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana pembagunan di Kabupaten Asahan, termasuk Masjid, alaun-alaun dan hutan kota. Namun diminta pemkab Asahan benar-benar merencanakan hal ini dengan sebaik-baiknya, agar kedepan tidak ada kejadian yang merugikan masyarakat Asahan. “ Artinya setelah semua ini terbagun, masyarakat dapat menikmatinya, “ kata Armen. (Humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

0 komentar:

Posting Komentar

kompas.com