Selasa, 28 Juni 2011

BBM Langka di SPBU

Bensin Rp8 Ribu
Kelangkaan BBM melanda Kabupaten Asahan. Sejak sepekan ini premium dan solar sering habis di sejumlah SPBU. Harga bensin eceran pun di Kota Kisaran naik menjadi Rp6.000 per liter. Bahkan di Air Joman, bensin dijual Rp8 ribu per liternya.

 (foto: 
susilawady)
Antrean kendaraan hendak mengisi BBM di salah satu SPBU di Asahan, Senin (27/6).
Pantauan METRO, Senin (27/6) di sejumlah SPBU di Kota Kisaran, banyak antrean kendaraan bermotor dari roda dua hingga truk tronton untuk mendapatkan BBM. Akibatnya, kemacetan kendaraan puluhan meter di sejumlah ruas jalan seperti di Jalinsum Medan-Rantauprapat persisnya di depan SPBU simpang Sri Mersing. Namun, berkat kesigapan personel Satlantas Polres Asahan, kemacetan itu dapat segera teratasi.
Para pekerja di SPBU itu ketika dikonfirmasi menuturkan, kelangkaan BBM tersebut sesuai informasi yang mereka peroleh akibat berkurangnya pasokan BBM dari Pertamina.
“Jatah BBM yang masuk tidak cukup untuk melayani pembeli,” kata salah seorang karyawan SPBU yang mengenakan jilbab hitam.
Diakuinya, mereka juga kewalahan melayani pembeli jika jatah BBM masuk ke SPBU.
“Soalnya sudah banyak yang antre (kendaraan, red), kerja pun jadi tidak nyaman. Apalagi sesekali pembeli berteriak akibat antre terlampau lama di bawah terik matahari,” ujarnya.
Kekosongan BBM juga terjadi di SPBU Sidomulyo Pulo Bandring. Sejak Senin pagi sekira pukul 07.00 WIB, premium dan solar kosong. BBM baru masuk sekira pukul 14.00 WIB. Di SPBU Jalan Gatot Subroto Sentang, premium sudah habis sekira pukul 16.30 WIB. Di SPBU Jalan HOS Cokroaminoto Kisaran, bensin sudah habis pada pukul 07.00 WIB. Namun pada pukul 08.30 WIB, BBM sudah masuk. Antrean kendaraan sepanjang 50 meter pun terjadi.
Kekosongan BBM jenis solar juga terjadi di SPBU Jalan Madong Lubis. Bahkan, solar habis sejak Minggu kemarin. Hingga Senin sore solar belum masuk.
Sementara itu di SPBU Jalan Lintas Kisaran-BP Mandoge Sei Renggas, BBM jenis premium terlambat masuk sekitar satu jam. BBM baru masuk pukul 11.00 WIB.
“Antrean panjang menjadi pandangan tersendiri sejak jatah BBM dari Pertamina dikurangi,” kata Edy pemilik SPBU di Sei Renggas, kemarin.
Jika di sejumlah SPBU, BBM mengalami kelangkaan, tidak demikian di tingkat pengecer. Namun, harga bensin yang dijual naik drastis. Di tingkat pengecer di Jalan Cokroaminoto Kisaran, bensin dijual seharga Rp6.000 per liter. Sedangkan di kawasan Air Joman, bensin dijual Rp8.000 per liter.
Miswadi (39) warga jalan Lintas Kisaran-Air Joman ketika ditemui saat menjual BBM jenis premium eceran mengaku, dirinya menjual bensin lebih tinggi dari biasanya yang hanya Rp5.000 per liter. Ini dikarenakan untuk mendapatkan satu jirigen bensin, Miswadi harus antre hampir lima jam. Dan itu pun baru dapat bukan langsung dari SPBU melainkan dari orang-orang yang mengantre pakai jerigen isi 5 liter.
“Dari mereka, bensin kita beli Rp6.000 per liter. Jadi terpaksa saya menjualnya eceran Rp8 ribu per liter,” ungkapnya.
Senada juga dikatakan Miskun (54) warga Pulo Mandi Kecamatan Prapat Janji. Dirinya terpaksa menjual bensin Rp7.500 per liter. Sebab untuk mendapatkan bensin, dirinya harus mengantre 3-4 jam. Bahkan, sesekali dirinya harus membeli bensin di SPBU di Kecamatan Mandoge yang jaraknya mencapai 50 kilometer dari tempat tinggalnya.
“Jadi wajarkan kalau saya menjual melebihi harga biasanya,” ujarnya.
Tugiman (52), pengemudi truk tronton ketika ditemui saat mengantre BBM di SPBU simpang Sri Mersing, kemarin (27/6) menuturkan, antrean BBM sudah dirasakannya sejak dari Pekanbaru. “Jadi untuk sampai Medan, saya sudah dua kali antre untuk mendapatkan BBM,” bebernya.
Di tempat terpisah Kasat Lantas Polres Asahan AKP Eko Hartanto ketika dikonfirmasi menuturkan, pihaknya menerjunkan sejumlah personel untuk mengantisipasi kemacetan akibat antrean BBM khususnya di SPBU yang berada di Jalinsum.
“Para pengendara sering tidak sabar. Padahal kalau mereka sabar dan tetap pada jalurnya, kemacetan tidak akan terjadi. Jadi intinya perlu kesadara bersama,” tukasnya. (sus)
Sumber : BBM Langka di SPBU

Pemkab Tak akan Bela Kades Korupsi

KISARAN- Kepala desa di Kabupaten Asahan tidak akan dibela oleh Pemkab Asahan jika terlibat tindak pidana korupsi. Karena perbuatan tindak pidana korupsi menjadi tanggung jawab masing-masing. Maka dana APBD Asahan yang dalam waktu dekat akan disalurkan ke setiap kades Rp100 juta hingga Rp300 juta harus benar-benar dipergunakan sesuai peruntukannya.
Demikian ditegaskan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang saat berkunjung ke Desa Sei Silau Timur Kecamatan Buntu Pane dan ke Desa Bandar Pasir Mandoge Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Sabtu (26/6).
“Jika ada oknum kades melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana anggaran desa, maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya
Pada kesempatan itu bupati mengatakan, dalam waktu dekat pemkab akan menyalurkan dana untuk honor kepala desa, sekretaris desa, bendahara, kepala dusun petugas Pekerjaan Umum (PU) desa, bilal mayit, penggali kubur, guru mengaji dan kader Posyandu.
Mengenai anggaran bantuan desa tersebut, menurut Taufan dananya disalurkan untuk triwulan kedua. Pengambilanya harus seluruhnya melalui bank. Tujuannya, agar terhidar dari pemotongan atau pungli serta mengajari masyarakat untuk gemar menabung.
Bupati juga meminta agar tokoh masyarakat ikut serta melakukan pengawsan, mengingat dana yang dialokasikan dari APBD Asahan tahun 2011 untuk seluruh desa yang ada miliaran rupiah. Kepada Kades juga dimintanya untuk berhati-hati dalam mengelola keuangan desa dan kelurahan. (van/syaf)

Sumber : Pemkab Tak akan Bela Kades Korupsi

Senin, 13 Juni 2011

Tiga Hari Lagi Gerhana Bulan Total

SHUTTERSTOCK Saat gerhana bulan total, bulan tetap tampak namun berwarna kemerahan.
JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga hari lagi, tepatnya Kamis (16/6/2011) dini hari, gerhana Bulan total akan terjadi dan dapat disaksikan di Indonesia. Gerhana akan dimulai pada pukul 00.25 WIB dan berakhir pada pukul 05.59 WIB. Berdasarkan publikasi NASA, totalitas atau kondisi saat Bulan tak tampak sama sekali akan berlangsung selama 100 menit, dari pukul 02.22 WIB hingga pukul 04.02 WIB.
Gerhana Bulan total kali ini bisa disaksikan di wilayah Eropa, Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Asia, termasuk Indonesia. Wilayah timur Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, dan barat Australia bisa menyaksikan keseluruhan tahap gerhana. Di Indonesia, wilayah yang keberuntungan yang sama adalah Sumatrra, Jawa, Kalimantan, dan sebagian Nusa Tenggara.
Pengamat di Eropa akan kehilangan tahap awal gerhana sebab saat tahap itu terjadi sebelum Bulan terbit. Sementara pengamat di wilayah timur Asia, timur Australia, dan Selandia baru akan kehilangan tahap akhir gerhana karena pada tahap itu Bulan sudah tenggelam. Wilayah Amerika Utara kurang beruntung sebab tak bisa menyaksikan seluruh gerhana ini.
Durasi totalitas gerhana kali ini akan menjadi salah satu yang terpanjang dalam 100 tahun. Dalam publikasi Space.com, Sabtu (11/6/2011), totalitas gerhana yang bisa menandingi terjadi pada pada 16 Juli 1935 selama 101 menit, 6 Juli 1982, dan 16 Juli 2000 selama 107 menit. Totalitas gerhana yang panjang berikutnya diperkirakan terjadi pada 27 Juli 2018 selama 106 menit.
Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan terjadi pada satu garis lurus di mana Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Tak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa perlu pelindung. Namun, karena terjadi tengah malam,  pengamat disarankan istirahat terlebih dahulu.
Berkaitan dengan gerhana Bulan total ini, astronom amatir Ma'rufin Sudibyo dalam halaman Facebook-nya memberitahukan penyelenggaraan acara "Nonton Bareng Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011" mulai pukul 01.23 WIB. Acara tersebut berlangsung di Masjid Asy-Syifa di kompleks RSU Muhammadyah Gombong, Jawa Tengah.
Sebelum pengamatan, Ma'rufin juga akan menyampaikan ulasan bertema "Seluk Beluk Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011 serta Simulasi 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1432 H/2011". Sementara shalat gerhana juga akan digelar menjelang waktu subuh. Teleskop dengan kamera dan terhubung layar dan TV internal akan digunakan sehingga pengamat bisa melihat tanpa perlu berebut teleskop.
Observatorium Bosscha juga akan memanfaatkan momentum gerhana Bulan total ini untuk melakukan pengamatan. Namun, sampai saat ini belum ada rencana menggelar nonton bersama menggunakan teleskop seperti pada gerhana Bulan sebelumnya mengingat waktu gerhana yang terjadi pada dini hari nanti sudah pasti sangat dingin di Lembang, Bandung.

Sumber : Tiga Hari Lagi Gerhana Bulan Total

Senin, 06 Juni 2011

Jembatan Sei Silau Amblas

ASAHAN-Jembatan Sei Silau yang menjadi penghubung Buntu Pane menuju Bandar Pasir Mandoge amblas. Dikhawatirkan jika tak secepatnya diperbaiki, akan ada warga yang menjadi korban saat melintas di jembatan tersebut. Pemkab Asahan diminta secepatnya melakukan perbaikan.
Mhd Yusuf (37), warga Buntu Pane, Minggu (5/6) mengatakan, kerusakan jembatan sangat mengkhawatirkan warga. Karena jembatan itu merupakan akses penghubung antara Buntu Pane dengan Bandar Pasir Mandoge. Jika jembatan itu putus maka warga kedua desa akan kesulitan.
”Jika jembatan itu ambruk kami akan kesulitan untuk mengangkut hasiol pertanian dan kami bisa terisolasi. Karena Cuma jembatan ini lah yang bisa menghubungkan kami dengan desa lain,” ujarnya.
Sementara Fuad dan Rasyidin warga Bandar Pasir Mandoge juga mengatakan hal serupa. Menurut Fuad, pemkab Asahan harus secepatnya melakukan perbaikan jembatan.
“Jangan setelah jatuh korban baru diperbaiki,” ujar Fuad dan Rasyidin. (sht)

Sumber : Jembatan Sei Silau Amblas

Kelulusan UN SMP 99,96 Persen

KISARAN-Angka kelulusan ujian nasional (UN) bagi siswa SMP/MTs tahun pelajaran 2010-2011 di Kabupaten Asahan mencapai 99,96 persen. Kelulusan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yakni 98,74 persen. Kepala Dinas Pendidikan Asahan Drs H Zainal Arifin Sinaga MH melalui Kepala Seksi SMP Syafaruddin kepada METRO, Minggu (5/6) mengatakan, jumlah peserta UN di Asahan sebanyak 12.624 orang. Dari jumlah tersebut, lima peserta dinyatakan tidak lulus.
“Kelima siswa yang tidak lulus UN itu terdiri dari 4 Siswa SMP dan 1 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kelulusan UN serentak diumumkan pada Sabtu (4/6) di seluruh sekolah peserta UN di Kabupaten Asahan,” ujarnya.
Dijelaskan Syafaruddin, siswa peserta UN berasal dari SMP/MTs se-Asahan dengan rincian, 52 SMP negeri dan 39 SMP swasta, MTs Negeri 2 sekolah dan MTs swasta sebanyak 73 sekolah.
Ditambahkannya, UN SMP/MTs tahun ini menggunakan sistem yang sama dengan sistem UN SMA. Para siswa harus memenuhi standar nilai minimal kelulusan 5,5.
Bobot nilai untuk UN tahun ini adalah 60 persen, dan 40 persen sisanya akumulasi dari nilai rapor rata-rata dari semester I hingga semester V.
Sementara itu informasi yang diperoleh METRO menyebutkan, pengumuman kelulusan UN yang digelar di sekolah peserta UN berjalan aman dan tertib. Terlebih lagi bahwa untuk menerima hasil kelulusan, siswa diwakilkan kepada orangtua siswa.
Sahri SE salah seorang guru MTs dan SMP Al Washliyah Prapat Janji, Kecamatan Buntu Pane mengatakan, di sekolahnya yang diundang untuk mengetahui kelulusan UN adalah orangtua siswa. Hal itu telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dmeikian juga di sekolah lainnya, yang menerima hasil kelulusan UN adalah orangtua siswa. (van)

Sumber : Kelulusan UN SMP 99,96 Persen

Jumat, 03 Juni 2011

NKRI Harga Mati

Refleksi Hari Lahir Pancasila
Puluhan kader OKP dan aktivis di Asahan, Rabu (1/6) menggelar refleksi hari kelahiran Pancasila di Bundaran Tugu Pahlawan, Jalan Imam Bonjol Kisaran. Dari aksi itu, mereka menyuarakan tekad bersama untuk menjadikan NKRI sebagai harga mati dari sebuah perjuangan.

Foto: EDWIN
Puluhan kader OKP dan aktivis di Asahan, Rabu (1/6) menggelar refleksi hari kelahiran Pancasila di Bundaran Tugu Pahlawan
Acara refleksi itu cukup menarik atensi warga atau pengguna jalan yang melintasi ruas jalan tersebut. Pasalnya, refleksi dikemas sedemikian rupa dan diisi dengan aksi baca puisi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan oleh peserta aksi secara bergantian.
Edi Gunawan Hasby SSos, salah seorang orator dalam refleski itu dalam orasinya menegaskan, kondisi pembangunan di Indonesia dan Kabupaten Asahan belakangan ini sudah cukup jauh melenceng dari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
Katanya, ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini terjadi. Antara lain, penyimpangan/pemutarbalikan fakta sejarah, dan ego penguasa atau rezim yang lebih mementingkan mengurusi kepentingan kelompok tertentu.
Sedangkan Zasnis Sulungs dalam orasinya lebih menyoroti sikap pemerintah Asahan, yang menurutnya, sedikit terkesan mengabaikan makna hakiki dari Pancasila, tepatnya butir ke 5. Yakni tentang kesejahteraan.
Hal ini, menurut Zasnis, yang juga salah seorang sejarahwan di Asahan, terlihat dari minimnya perhatian pemerintah terhadap nasib rakyat kecil, khususnya kaum tani dan nelayan yang berada di daerah pesisir garis pantai Asahan. Di mana kehidupan mereka, kata dia, selama ini terkesan termarjinalkan.
Usai menyampaikan orasi secara bergantian, para peserta aksi seperti Anda Fajaria Rambe, Mirza, dan beberapa orang lainnya membacakan puisi secara bergantian, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Amatan METRO, dalam aksi yang berlangsung hampir tiga jam tersebut, sejumlah pengurus OKP seperti Drs Esmar Siagian, Taufik, dan lainnya turut berpartisipasi. Aksi itu sendiri mendapat pengawalan dari aparat kepolisian, sehingga tidak sampai menimbulkan kemacetan lalu-lintas. (ing)
Sumber : NKRI Harga Mati

Personalia PTPN III Akan Dipanggil

Terkait Dugaan Kecurangan Penerimaan Karyawan
KISARAN-Koordinator Komisi D DPRD Asahan, Armen Margolang akan mengundang Asisten Personalia Kebun (APK) Kebun Ambalutu PTPN III untuk membahas dugaan kecurangan penerimaan pegawai lapangan dodos pokok sawit di PTPN III kebun Ambalutu.
Hal ini dikatakan Armen Margolang, Rabu (1/6) di ruang kerjanya. Menurut Armen, undangan dengar pendapat ini untuk berkoordinasi dengan pihak PTPN III kebun Ambalutu yang beberapa lalu melakukan perekrutan pegawai baru untuk tugas lapangan untuk pekerjaan mendodos sawit sebanyak 92 orang.
Namun ada dugaan kecurangan dalam penerimaan karyawan tersebut. Di mana 9 orang yang tidak lulus tes lapangan pada tanggal 25 sampai 27 April, tapi anehnya pada pengumuman tanggal 2 Mei mereka dinyatakan tidak lulus.
Anehnya lagi pengumuman pegawai yang lulus tersebut diumumkan pada pukul 20.00 WIB melalui papan pengumum Pos Hansip, sehingga menimbulkan kecurigaan warga yang melihat pengumuman.
Kecurigaan masyarakat yang mengikuti test ini semangkin besar, berawal dari pengumuman pertama yang menyatakan ada 75 orang yang lulus, namun  selang beberapa jam jadi 88 orang dan akhirnya menjadi 92 orang.



Sumber : Personalia PTPN III Akan Dipanggil

Rabu, 01 Juni 2011

Google Bantu Lacak Aktivitas Demam Berdarah di Indonesia



Screenshot Google.org/dengutrends
Jakarta - Google memperkenalkan Google Dengue Trends, yang bisa digunakan untuk membantu mengawasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue. Data Indonesia pun tersedia.

Google Dengue Trends bisa diakses di sebuah situs khusus di bawah domain Google.org. Aktivitas DBD di Indonesia dipantau dengan melacak pencarian kata-kata tertentu di Google.

Seperti disebutkan dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Rabu (1/6/2011) Google Dengue Trends bisa memberikin indikator awal aktivitas DBD, bahkan sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah.

Menurut Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Dir P2B2), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2010 lalu Indonesia memiliki kasus DBD tertinggi di ASEAN. Jumlahnya mencapai 150.000 kasus dengan 1.317 orang meninggal.

Google Dengue Trends menggunakan metodologi yang sama dengan Google Flu Trends, alat pengawasan lain yang menggunakan gabungan data pencarian Google untuk memperkirakan aktivitas flu di seluruh dunia.

Google Dengue Trends juga tersedia di Bolivia, Brazil, India dan Singapura. Sedangkan untuk wilayah Amerika Serikat, Google sedang mengembangkan tools serupa untuk berbagai keperluan bernama Google Correlate yang saat ini masih berupa eksperimen di Google Labs.

Gambar berikut menunjukkan bagaimana data perkiraan dari Google Dengue Trends jika dibandingkan dengan data aktual dari World Health Organization (WHO) :
Data Aktivitas DBD
Sumber  : Google Bantu Lacak Aktivitas Demam Berdarah di Indonesia

kompas.com