Kamis, 22 Desember 2011

Tim Penggerak PKK Asahan Tanam 2.000 Pohon

Tim Pengerak PKK Kabupaten Asahan melakukan tanam tebar peliharan pohon di Desa tertinggal di Kabupaten Asahan.
 
Penamanam pohon yang dilakukan di 121 Desa tersebut, secara simbolis dilakukan Ketua Tim Pengerak PKK Asahan, Ny Hj Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang di dua Kecamatan dan selanjutnya penanaman pohon akan dilanjutkan oleh PKK Kecamatan.

Ketua TP PKK menjelaskan tanam pohon ini merupakan partisipasi PKK Asahan terhadap program nasional, apalagi lingkungan hidup merupakan tantangan terbesar kita di Bumi ini, dimana terjadinya pemanasan global, perubahan iklim dan sebagainya, sehingga tanam pohon harus dilakukan.

Ketua TP PKK yang didampingi sekretaris TP PKK, Nila Sari Siagian SH meyebutkan ada 2.000 pohon yang ditanam terdiri dari tanaman produktif dan tanaman pelindung, diantaranya Mahoni, Durian, Rambutan, Jambu Merah dan lain-lain, sehingga pohon yang ditanam diharapkan dapat mengurangi tingkat polusi dan membantu perekonomi keluarga dimasa mendatang.

“ Memang hasil tanam pohon hari ini tidak dapat langsung dinikmati, namun dapat diraskan manfaatnya dimasa mendatang, seperti pohon Durian, Rambutan dan pihon produktif lainya, sehingga tanaman ini harus selalu dijaga dan dipelihara bersama agar tumbuh dengan baik, “ kata Ketua TP PKK Asahan, Rabu, 21 Desember 2011.

Ketua TP PKK juga berharap kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan setiap jengkal tanah kosong dan perkarangan dengan cara menanam pohon, karena pohon banyak rezeki hanya dengan menanam tentu akan panen. (Humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

Rabu, 21 Desember 2011

DPRD Sahkan APBD Kabupaten Asahan Tahun 2012

DPRD Asahan mengesahkan Anggaran  Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan untuk tahun 2012 sebesar Rp 837 milyar lebih, Selasa, 20 Desember 2011.

Rincian APBD Asahan 2012, yakni pendapatan daerah sebesar Rp 817 milyar lebih, terdiri dari PAD sebesar 31,8 milyar lebih, dana perimbangan Rp 741 milayr lebih, pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 44,2 milyar lebih.

Adapun alokasi pengeluaran anggaran digunakan untuk belanja daerah ditetapkan sebesar Rp 837 milyar lebih, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 514 milyar lebih dan belanja langsung sebesar Rp 323 milayr lebih, artinya APBD Asahan mengalami defisit sebesar Rp 20 milyar.

Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP menyebutkan sebagai tindak lanjut agenda yang telah disepakati, Pemkab Asahan akan mengajukan rancangan Perda tentang APBD Asahan kepada Gubernur Sumatera Utara untuk dievaluasi, sehingga nantinya APBD Asahan 2012 tidak bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundangan yang lebih tinggi.

Hasil evaluasi nantinya akan digunakan sebagai rujukan dalam penetapan APBD Kabupaten Asahan tahun anggaran 2012 dan hal ini juga akan menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Asahan untuk melaksanakan kegiatan prioritas yang tertuang dalam APBD. Mengenai Saran dan rekomendasi anggota Dewan yang disampaikan selama proses pengesahan akan menjadi catatan untuk ditindaklanjuti dalam pelaksanaan kedepan..

Sebelumnya pengesahaan, delapan fraksi DPRD Asahan memberikan pendapat akhirnya terhadap rancangan peraturan daerah Kabupaten Asahan tentang R APBD Asahan tahun anggaran 2012 dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Asahan, Benteng Panjaitan didamping wakil Ketua DPRD, Arief Fansuri, Dahrun Hutagaol dan Armen Margolang.

Dari kedelapan fraksi DPRD Asahan  masing-masing memberikan pendapatnya terhadap APBD Asahan tahun 2012 tersebut, yakni partai Demokrat disampaikan oleh Ilham, fraksi Nurani Keadilan DPRD Asahan, Syamsul Qodri Marpaung, fraksi Golkar disampaikan, M Wahyudi, Fraksi PAN, Abdul Kholik Harahap, Fraksi PDI-P, Winarni Supiah Ningsih, fraksi PPP, Aidil, dan fraksi Bersatu disampiakan oleh Rahman. (Humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

Senin, 19 Desember 2011

Perekaman E- KTP Kabupaten Asahan Capai 50 Persen

Kepala Bagian Humas Setdakab Asahan, Rahan Halim AP mengatakan bahwa perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) kini telah mencapai 50 persen dari wajib KTP sebanyak 626 ribu lebih masyarakat Asahan. Capaian 50 persen tersebut akan terus bertambah, karena setiap harinya perekaman e-KTP terus dilakukan terhadap masyarakat.
Kabag Humas yang didampingi kepala bidang (Kabid) Bina Pendaftaran, Ali Mughofar menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan dalam melaksankan penerapan e-KTP tidak mengalami hambatan yang berarti, meskipun ada masalah yang dihadapi, Pemkab Asahan masih dapat mengatasinya. “ Masalah pasti ada, namun kita telah memiliki konsep tersendiri untuk mengatsi persoalan terkait e-KTP ini, “ kata Kabag Humas, 18 Desember 2011.

Mengenai target waktu yang diberikan hingga bulan Desember 2011, kabag Humas menjelaksan bahwa pada rapat koordinasi kependudukan dan pencatatan sipil se-Indonesia di Kemendagri, Pemkab Asahan telah memohon untuk dilakukan perpanjangan waktu, namun sampai kini belum ada jawaban tertulis tentang perpanjangan waktu tersebut. 

“ Soal permohonan perpanjangan waktu yang kita lakukan ternyata bukan Asahan saja , tapi hampir semua daerah meminta hal tersebut, “ ujar Halim ,seraya menghimbau kepada masyarakat yang belum mendapat undangan untuk dapat melapor kepada Kepala desa atau kelurahan.

Diprediksi program e KTP tersebut dapat dipenuhi Pemkab Asahan hingga bulan Desember 2011 mencapai100 persen, namun semua capaian tersebut diharapkan dukungan dari masyarakat. “ Paling tidak angka yang kita dapat pada akhir Desember sekitar 85 hingga 90 persen, “ prediksi Kabag Humas, seraya mengatakan bahwa pelaksanaan perekaman e KTP di Sumatera Utara, Asahan masih yang terbaik.(Humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

Sabtu, 17 Desember 2011

Sekda Kab Asahan Tutup Porkab 2011

Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Asahan tahun 2011 secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, H Sofyan MM, Jumat 16 Deseember 2011 di stadion Mutiara Kisaran.
 Sambutan Bupati Asahan yang dibacakan Sekda Asahan mengatakan bahwa tujuan digelarnya Porkab adalah untuk menggali potensi atlet Asahan dalam rangka mempersiapkan berbagai event yang lebih tinggi diantaranya Pordasu maupun pekan olahraga nasional (PON). Ajang ini ternyata terbukti telah menjadi wahana yang sangat tepat bagi para atlet untuk membutikan kemampuan dan ketangguhan mearih prestasi.

Di Porkab ini, telah terdengar dan telah disaksikan bersama para juara yang dihasilkan oleh anak-anak yang berasal dari berbagai kecamatan di Asahan. Inilah yang nantinya akan mewakili dan mengharumkan nama Asahan di berbagai event tingkat regional, nasional bahkan internasional, untuk itu diharpkan tetaplah berlatih sehingga memperoleh prestasi yang lebih baik. “ Untuk mencapai keberhasilan diperlukan pengorbanan dan perjuangan, kami doakan semoga para atlet berhasil dan sukses dimasa mendatang, “ kara Sekda.

Sekda juga mengatakan bahwa Porkab yang digelar tahun ini hendaknya memberikan pelajaran dan pengalaman berharga yang dapat dijadikan bahan evaluasi begitu juga dengan pelaksanaan Porkab dimasa yang akan datang.

Berakhirnya Porkab Asahan tersebut keluar sebagai juara umum adalah Kontingen atlet Kecamatan Kisaran Timur dengan meraih 32 medali emas, 27 perak dan 29 perunggu. Kemudian diposisi kedua diraih oleh kontigen Kisaran Barat dengan meraih 19 medali emas, 19 perak, 37 perunggu, diposisi ketiga kontigen Kecamatan Bandar Pasir Mandoge dengan 9 medali emas, 8 perak dan 11 perunggu.

Diposisi keempat kecamatan Pulo Bandring (6-2-6), 5.Air Joman(5-5-9), 6.Simpang Empat (3-4-3), 7.Sei Dadap (3-3-2), 8.Teluk Dalam (2-4-8), 9.Bandar Pulau (2-1-2), 10.Buntu Pane (1-1-7), 11.Pulau Rakyat (1-1-6), 12.Meranti (1-1-4), 13.Air Batu (0-4-3), 14.Tanjung Balai (0-1-3), 15.Rahuning (0-1-1), 16.Sei Kepayang (0-1-0), 17 Aek Songsongan (0-1-0), 18.Aek Ledong (0-0-2), 18.Aek Kuasan (0-0-1), sedangkan Kecamatan tidak memperoleh medali yakni Silau Laut, Setia Janji, Tinggi Raja, Sei Kepayang Barat, Sei Kepayang Timur, Rawang Panca Arga. (Humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

Ketua TP PKK Asahan Buka Lomba Dalam Rangka Hari Ibu

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan, Ny Hj Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang secara resmi pelaksanaan lomba dalam rangka peringatan Hari Ibu dan HUT Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Asahan.
Dalam sambutan Ketua TP PKK Asahan mengatakan pelaksanaan lomba yang digelar diharapkan tidak merupakan suatu beban, akan tetapi kegiatan ini jadikan sustu kegiatan inovasi perempuan untuk berkipra dalam mengisi pembagunan di Asahan. “ Kepada PKK dan lembaga organisasi wanita mari kita sukseskan kegiatan ini, kata Ketua TP PKK Asahan, Kamis, 15 Desember 2011.

Ketua TP PKK Asahan menilai dari beberapa kegiatan dapat memberikan manfaat yang besar, diantarnya kegiatan cerdas cermat BKB, kegiatan ini akan memperlihatkan kemampuan para kader BKB dalam mendidik tumbuh kembang anak balita, sedangkan melalui lomba paduan suara Mars Asahan dapat membangkitkan semangat kebersamaan, kesatuan dan persatuan serta cinta Asahan.” Kalau kita ikuti kegiatan ini dengan semnagat pasti akan memiliki manfaat bagi kita, “ kata Ketua TP PKK Asahan.

Diakhir sambutannya, Ketua TPKK Asahan mengucapkan terima kasih dan selamat bertanding. Kepada para dewan juri yang telah dipercayakan untuk menentukan para pemenang, laksanakanlah tugas dengan senang hati, tulis dan ikhlas serta yang paling utama jangan ada menerima bisikan yang lain, karena perlombaan dilakukan bukan untuk mencari juara akan tetapi sebagai sarana bentuk sosialisasi  dan kembali mengingatkan akan pentingnya pendidikan tumbuh kembang balita agar menjadi anak yang taqwa, cerdas dan terampil.(humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

Jumat, 16 Desember 2011

Lahan Eks PT BSP Untuk Kepetingan Rakyat


Lahan pelepasan dari Hak Guna Usaha (HGU) PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) seluas lebih kurang 50 hektar dinyatakan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan sekelompok masyarakat yang hedak menguasai lahan tersebut.
 
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Humas Setdakab Asahan, Rahman Halim AP bahwa lahan pelepasan HGU PT BSP digunakan untuk masyarakat dan untuk kebutuhan perekembangan kota Kisaran, Kamis, 15 Deseember 2011

Kabag Humas menjelaskan bahwa lahan tersebut jelas milik pemerintah Kabupaten (Pemkab)  yang berasal dari pelepasan HGU PT BSP yang kini telah digunakan untuk peruntukannya, diantaranya telah terbangun beberapa fasilitasi untuk pelayanan dan kepentingan masyarakat, seperti Taman Makam Pahlawan, Jalan Lingkar, Terminal Madya Kisaran, Kantor Camat Kisaran Barat, Sekolah, Tempat Pembuangan Sampah, Kantor Sub Denpom dan Kargo.

Kini dari 50 hektar lahan tersebut tinggal lebih kurang 15,6 hektar dan direncanakan akan dibagun beberpa kantor pemerintah yang melayani masyarakat, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pol PP, kantor Peternakan, Kelautan, Kantor BNPB Daerah, Badan Narkotika Kabupaten, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kantor KONI.

Selain itu akan dibagun rumah sangat sederhana bagi masyarakat miskin, KPR tipe 36, dibagun WTP PDAM untuk kelancaran air di Kota Kisaran, dibagun keberadaan Rumah Etnis,  TPU dan beberapa rencana lainya yang berguna bagi masyarakat Asahan.“ Jadi lahan tersebut bukan untuk sekelompok masyakat, melainkan digunakan untuk publik dan masyarakat Asahan. Pemkab terpaksa menertibkan sekelompok masyarakat yang mengklaim lahan tersebut, demi mengedepankan kepentingan rakyat dan pelayanan, tak ada oknum yang tertentu menikmati keuntungan sepihak, “ kata Kabag Humas.

Demi kepentingan rakyat dilahan tersebut, Pemkab Asahan akan mencari anggaran yang diperkirakan sekitar Rp 100 milyar dana pembagunan diatas lahan tersebut, dana nantinya akan bersumber dari berbagai sumber, diantaranya dana alokasi khusus, dana dari pusat, dan sumber lainya. “ Kita akan cari dana pembagunan tersebut dari segala sumber, demi lancarnya pelayanan publik,“ kata Halim

Mengenai Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR) yang telah ditetapkan untuk kepentingan daerah mulai tahun 2001 hingga 2020 yang diatur dalam peraturan daerah (Perda) nomor 7 tahun 2001, kabag Humas menjelaskan bahwa aturan tersebut dapat dievaluasi kembali sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan daerah pada saat yang dibutuhkan. “ Dari tahun ke tahun daerah pasti mengalami perkembangan, mulai dari kebutuhan masyarakat hingga kebutuhan pemerintah untuk menjalankan roda pemerintah ini, “ cetus Kabag Humas. (Humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

Kamis, 15 Desember 2011

Pelajar Asahan Ikuti Sosialisasi Bahaya AIDS

MedanBisnis –Kisaran. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Asahan memberikan pengetahuan terhadap bahaya HIV-AIDS kepada ribuan pelajar dan mahasiswa. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya menekan penyebaran virus HIV/AIDS di Asahan.
Secara perdana KPA Asahan menggelar sosialisasi bahaya HIV-AIDS di SMK Negeri I Kisaran yang dihadiri ratusan pelajar. Kemudian sosialisasi direncanakan akan berlangsung di empat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan di empat akademik.

“Tahun ini kita menargetkan ribuan pelajar dan mahasiswa untuk mengetahui bahaya HIV-ADIS, agar meraka tahu bahayanya dan diharapkan nantinya mereka dapat mencegahnya,“ kata Sekretaris KPA Asahan, Saprin Sanja saat berbincang dengan MedanBisnis, Rabu (14/12).

dr H Azhardi Nasution sebagai nara sumber dalam sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh penderitanya sehingga rentan terserang penyakit. Dan kini penyakit ini banyak menyerang usia produktif mulai dari umur 20 tahun hingga 29 tahun.

“Kita tahu, kita bangga, artinya kalau kita sudah tahu tentang bahaya HIV-AIDS ini, mari kita hindari dan kita bangga kita mengetahuinya,“ ungkap Azhardi seraya memaparkan bahaya HIV-AIDS mulai dari awal hingga akhir.

Kepala Sekolah SMK Negeri I Kisaran, E Buta-Butar berharap usia dari sosialisasi tersebut pelajar yang mendapatkan ilmu tersebut untuk dapat menularkan atau meyebar luaskan kepada teman-teman sebayanya. “Saya tidak mau, satupun siswa SMKN I ini terjangkit HIV dan AIDS,“ cetus Butar-Butar. ( indra sikoembang)
Sumber : medanbisnisdaily.com

Tugas Pengacara Negara Kini Melayani Masyarakat

MedanBisnis –Kisaran. Pihak Kejaksaan lagi melaksanakan perubahan terhadap kinerja pengacara negara (Jaksa). Perubahan dimaksuk yakni jaksa harus dapat membangun kepercayaan masyarakat dan harus mampu melayani masyarakat.
“Jangan takut sama Jaksa, kini mereka lebih mengutamakan membangun kepercayaan, bila ada jaksa nakal laporkan sama saya, saya akan turunkan tim,“ kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara AK Basuni Masyarif SH MH saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Asahan, Selasa (13/12) malam di pendopo rumah Dinas Bupati Asahan.

Dihadapan Bupati Asahan, DPRD, Muspida serta jajaran Kejari Kisaran, Basuni mengatakan kunkernya ke Asahan salah satunya ingin melihat kinerja pengacara negara tersebut, terkait dengan pelayanan dengan masyarakat, apakah dalam menjalankan tugas telah mengubah mindset atau pola pikir atau masih menjadi jaksa nakal. ”Saya ingin melihat perubahan tersebut, tapi kalau tidak berubah juga, maka lambat laun orang lain yang akan merubahnya,“ ungkap Basuni.

Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang mengatakan kunker Kejatisu ke Kabupaten Asahan akan dijadikan sebagai motivasi pihak Pemkab Asahan dalam menjalankan tugas negara ke depan.

“Kedatangan Bapak Kejatisu kami jadikan motivasi dalam bekerja, begitu juga dengan arahan yang nantinya kami terima,“ ucap Taufan seraya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Asahan.
( indra sikoembang)
Sumber :medanbisnisdaily.com

Rabu, 14 Desember 2011

Desa Sei Silau Timur Resmi Jadi Desa Informasi

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) meresmikan Desa Sei Silau Timur, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, provinsi Sumatera Utara menjadi Desa Informasi.
Peresmian Desa Informasi dilakukan oleh Dirjen PPI, Syukri Batubara, beliau mengharapkan Desa Sie Silau Timur yang ditetapkan sebagai Desa informasi kedepan tidak lagi ketinggalan informasi dengan daerah atau desa lainya, Selasa,13 Desember 2011.

Dirjen PPI menjelaskan bahwa untuk mengatasi kurangnya informasi di wilayah khusunya Desa, kini  pemerintah membangun Indonesia Konetif atau Indonesia tersambung. Tujuanya agar masyarakat lebih mudah mengatasi kesenjangan informasi antara pusat dan daerah serta informasi lainya, sehingga dibagunlah sebuah Desa Informasi, Desa Dering , Desa Pintar dan mobil pelayanan internet kecamatan (M-PILK).

“ Untuk menyambungkan desa-desa di wilayah Indonesia ini bukan hanya jembatan, tapi komunikasi dapat menyambungkan kita dengan daerah lainya, apalagi Indonesis memiliki 17.508 pulau, bagaimana cara berkomunikasinya, maka kita bagunlah program tersebut, “ kata dirjen PPI.

Dirjen juga menjelaskan bahwa alasan menteri menetapkan Desa Sei Silau Timur ini sebagai Desa Informasi adalah Kabupaten Asahan berbatasan langsung dengan negara lain, sehingga sangat dibutuhkan informasi cepat atas perkembangan diwilayah perbatasan, kemudia karena masayarakat Asahan sangat dinamis. Dirjen juha meminta kepada Desa Sei Silau Timur untuk mempergunakan alat komunikasi tersebut dengan seoptimal mungkin.

Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP menjelaskan bahwa dengan diresmikannya Desa Sei silau Timur sebagai Desa Informasi dan telah terbentuknya kelompok informasi masyarakat (KIM), maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan berkomitmen untuk terus berupaya secara bertahap dan berkesinabungan dalam membentuk kelompok informasi masyarakat di 204 Desa se Kabupaten Asahan pada tahun 2012 mendatang.

Bupati meyebutkan bahwasanya M-PLIK yang telah diberikan kepada Pemkab Asahan sebanyak 4 unit, secara rutin akan beroperasi pada setiap hari Kamis saat pertemuan antara Pemkab dengan masyarakat di Kecamatan stiapn minggunya secara bergulir “ Kami menyambut baik program ini, diharapkan kehadiran program ini dapat menjadi solusi atas kebutuhan informasi bagi warga Asahan, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Asahan yang religius, Sehat, Cerdas dan Mandiri, “ kata Bupati Asahan.

Acara peresmian Desa Informasi tersebut dirangkai dengan dialog dengan Kelompok Informasi Kecamatan (KIM), kemudian peninjauan fasilitas Radio Komunitas, sekaligus dirjen PPI melakukan siaran langsung diradio yang dipandu oleh penyiar RSPD Asahan, Vone Velash Marpaung, selanjutnya memantau M-PLIK, dan Desa Dering, pemberian cendera mata, pemberian radio monitor, penandatangan sampul pos dan prasasti. (Humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

Selasa, 13 Desember 2011

Masyarakat Desa Takut Pornografi Internet



Jakarta - Desa Seisilau Timur terletak di Kabupaten Asahan, sekitar 4 jam perjalanan darat dari Medan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memilih desa ini sebagai Desa Informasi, desa yang coba diberi infrastruktur telekomunikasi untuk meningkatkan taraf hidup.

Meski sebagian masyarakatnya mungkin belum begitu mengenal internet, namun mereka sadar akan dampak negatif dunia maya. Terutama pada anak-anak.

"Bagaimana ini pak, memang internet itu bagus tapi bagaimana dengan pornografi dan semacamnya di sana?" tanya salah seorang masyarakat saat peresmian Desa Informasi, Selasa (13/12/2011).

Desa Informasi memang menyediakan akses internet melalui MPLIK (Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan). Salah satu sasaran pengguna adalah anak-anak.

"Saya katakan internet itu dipakai hanya dua, haram jaddah atau ibadah. Semua ada di sana. Mau melihat Eropa, Mekkah atau kamar tidur orang juga bisa, tapi buat apa?" jawab Syukri Batubara, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo.

Syukri menekankan perlunya pengawasan orang tua kala sang buah hati mengakses internet. Ia menilai situs porno patah tumbuh hilang berganti sehingga anak-anak harus dimonitor ketat.

Masyarakat di Desa Informasi memang kemungkinan belum begitu akrab dengan teknologi informasi. Hal ini dipandang sebagai salah satu kendala untuk menyukseskan program tersebut.

Sebagai salah satu solusi, dibentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang diberi pelatihan khusus. KIM inilah yang diharapkan membantu masyarakat menggunakan sarana Desa Informasi seperti internet, radio dan televisi berlangganan.
Sumber : detik.com

Kapolres Asahan: No Light On, Yes Tilang

MedanBisnis –Kisaran. Kapolres Asahan AKBP Marzuki mengatakan bila kendaraan tidak menyalakan lampu besar pada siang hari (light on), maka petugas Satlantas Polres Asahan akan melakukan tindakan langsung (tilang).
Pasalnya, Satlantas telah melakukan tahapan sosialisasi, mulai dari sepanduk dan langsung ke masyarakat, kemudian bentuk teguran secara lisan setiap harinya yang dilakukan di jalan. Dari tahapan-tahapan tersebut, kedepan sudah masuk tahap teguran secara adiministrasi berupa tilang.
“Kedepan bila kendaraan no light on, maka yes tilang, “ demikian kata Marzuki saat berbincang dengan MedanBisnis, Senin (12/12) usai melakukan pemeriksaan kendaraan personil untuk di-light on-kan di halaman polres setempat.

Marzuki menjelaskan bahwa penerapan kepada kendaraan untuk Light On sangat menguntungkan pada pengendera kendaraan, selain tidak memengaruhi aki sepeda motor, pengendara lebih terlihat dari pengelihatan pengendara lain dan aman di jalan. “Pemerintah tidak akan mewajibkan light on bagi pengendara sepeda motor jika akan merugikan, bahkan Polres Asahan telah bekerjasama dengan beberapa pihak bengkel untuk melakukan light on kepada kendaraan,“ ungkap Marzuki.
Untuk mengoptimalkan peraturan tersebut, Polres Asahan terlebih dahulu menglight on-kan 300 kendaraan personel Polres setempat dengan mendatangkan mekanik. Program itu bertujuan untuk menerapkan Undang-Undang lalu lintas Nomor 22 Tahun 2009 pasal 293 tentang menghidupkan lampu di siang hari.

Dalam ayat 2 menyebutkan, setiap ora ng yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000, begitu juga dengan ayat 2 yang menyatakan menyalakan lampu utama pada malam hari.

“Sekitar ratusan kendaran polisi telah kita light on-kan, artinya kepedulian program ini harus dimulai dari pihak kami,“ ucap Marzuki yang didampingi oleh Waka Polres Kompol Budiman, Kabag Ops Kompol Faisal Napitupulu dan Kasubag Humas AKP Brutu.

Kasat Lantas Polres Asahan, AKP Eko Hartanto mengatakan hasil dari operasi zebra yang dilakukan kemarin, pihaknya telah mengeluarkan tilang kepada 2.300 kendaraan dengan berbagai kesalahan.

Namun, katanya, ada juga dilakukan peneguran terhadap kendaraan, di antaranya light on, kaca spion, STNK dan bentuk kesalahan lainya. “Kita berharap dengan usainya ops zebra kemarin, masyarakat lebih tertib dan sadar berkendaraan di wilayah hukum Polres Asahan,” katanya. (n indra sikoembang)
Sumber : medanbisnisdaily.com

Senin, 12 Desember 2011

Tifatul akan Resmikan Desa Informasi Pertama di NTB

LOMBOK--MICOM: Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring akan memulai rangkaian peresmian desa informasi. Rencananya, peresmian desa informasi pertama akan dilakukan di Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Desa informasi sendiri merupakan program pemerintah pusat untuk menyosialisasikan dan memberikan akses informasi kepada desa-desa di seluruh nusantara yang memiliki potensi namun memiliki keterbatasan akses informasi.

Desa Janapria terletak sekitar 40 kilometer dari ibukota provinsi Mataram, atau kurang lebih sekitar satu setengah jam perjalanan melalui barat. Desa yang terletak didataran tinggi ini merupakan daerah yang masih sepi dan sedikit terisolasi.

Sekitar 90 persen masyarakat menggantungkan kehidupannya dari sektor pertanian dan kerajinan tangan anyaman ketak (rumput berbentuk bulat).

Selain Tifatul, acara tersebut akan dihadiri Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah, dan beberapa pejabat setempat. Setelah meresmikan di Lombok Tengah, Kemenkominfo akan meresmikan desa yang serupa pada tanggal 13 Desember 2011 di Kec. Buntu Pane Kab. Asahan, Sumatra Utara, Papua, Maluku Utara, dan Pacitan. (*/OL-10)
Sumber : mediaindonesia.com

Pekan Olahraga Kabupaten Asahan Dibuka

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu bersama Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP secara bersama-sama membuka Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Asahan di Stadion Mutiara Kisaran, Jumat 9 Desember 2011.

Ketua KONI Sumut mengharapkan dengan digelarnya Porkab Asahan, prestasi atlit –atilt asal Asahan dapat meningkat. Gus Irawan juga menjelaskan bahwa prestasi olahraga dan atlit asal kabupaten Asahan dinilai sangat baik, Dalam Pordasu yang terakhir digelar, Asahan mendapat rengking keempat yang sebelumnya diposisi rengking keenam, kemudian atlit Asahan telah menyubang mendali emas dan perak di Pekan olahraga Nasional (PON) tahun 2008.

” Saya yakin prestasi Olahraga dengan digelarnya Porkab akan terus meningkat, “ kata Ketua KONI Sumut, seraya mengucapkan selamat bertanding, semoga dengan  Porkab ini, pretasi olahraga Asahan ditingkat propinsi akan meningkat.

Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP menjelaskan bahwa pelaksanaan Porkab Asahan yang pertama ini akan terus berlanjut ditahun tahun mendatang, artinya Porkab akan menjadi agenda tahunan untuk mengasah dan meningkatkan prestasi olahraga di Asahan. Selain itu fasilitas stadion Mutiara Kisaran akan terus ditingkatkan, diantarnya akan membuat tribun tambah untuk penonton. “ Sarana stadion ini akan kita tingkatkan, namun setelah itu stadion tidak boleh lagi digunakan untuk kegiatan lain, stadion hanya digunakan untuk Olahraga, “ kata Bupati Asahan.

Ketua Panitia pelaksana Porkab Asahan, Nurkarem Nehe mengatakan bahwa kegiatan Porkab tersebut dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 16 Desember 2011, dengan diikuti 1.773 orang dengan delapan cabang olahraga, yakni olahraga Bola Voly, Sepak Bola, Atlitik, Penca silat, Tenis Meja, Karate, Bulu Tangkis dan Catur. Dan merebutkan 152 mendali emas dan perak, 214 mendali perunggu. Acara pembukaan dirangkai dengan persembahan tarian yang melibatakan ratusan anak sekolah, pelepasan ratusan balon dan parade seluruh kontigen yang betanding. (Humas-1)
 
Sumber : Humas Setdakab Asahan

Kamis, 08 Desember 2011

Bupati Asahan Tinjau Pembagunan Alun-Alun dan Hutan Kota

Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP bersama Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc beserta anggota DPRD Asahan meninjau perkembangan pembagunan Alun-Alun dan Hutan Kota serta Masjid Agung Kisaran.
Bupati Asahan mengatakan bahwa pembagunan alun-alun kota menelan biaya sekitar Rp 20 milayar dan diprediksi selesai pada tahun 2014, begitu juga dengan hutan kota memerlukan m biaya sekitar Rp 27 milyar. Pembiayaan pembagunan tersebut dibebabnkan dalam APBD, namun menjelang tahun 2013, Pemkab Asahan akan mencari partisipasi kepada pengusaha atau masyarakat yang peduli terhadap pembagunan tersebut. “ Kita tunjukan dulu karya kita, setelah itu barulah kita coba meminta partisipasi masyarakat terhadap rencana pembagunan ini, agar APBD Asahan tidak beratkan, “ Kata Bupati Asahan dihadapan beberapa anggota DPRD Asahan, LSM, Wartawan serta SKPD, Rabu , 7 Desember 2011.

Selain nantinya keberadaan alun-alun kota dan hutan kota difasilitasi sesuai rencana diantaranya ada lokasi jogging, lapangan olahraga, tribun, danau buatan. Bupati Asahan menjelaskan bahwa dilokasi juga akan ada sekitar puluhan jenis tanaman langka yang akan ditanam, seperti tanaman Plamboyan, rumput gajah mini, pakis krol, soka merah, pagoda, cemara kipas, tanaman buah-buahan dan lainya. Keberada tanaman tersebut dilokasi natinya dapat menjadi tempat penelitian keilmuan. “ Tanam langka tersebut kita tanam dalam kondisi sudah besar, bukan dari kecil, hal ini kita lakukan agar perawatannya lebih mudah, “ kata Bupati, seraya mengatakan masyarakat dapat meyumbangkan tanamannya, lebih banyak masyarakt menyumbang tanaman, maka lebih sedikit anggaran diperlukan, pasalnya biaya tanaman yang akan ditanam memerlukan biaya cukup besar.

Mengenai pembagunan Masjid Agung Ahmad Bakrie yang menelan biaya sekitar Rp 50 milyar yang kini pekerjaan sudah tahap pemasangan tiang. Pembagunan masjid tersebut nantinya dilakukan dengan tahun jamak, karena pembagunan masjid Agung Kisaran harus dikerjakan dengan satu kesatuan, artinya rekanan yang melakukan tidak boleh ganti-ganti, mengingat pembaguna masjid yang nantinya menjadi icon Sumut memiliki seni yang tinggi.

Sementara itu, wakil Ketua DPRD Asahan, Armen Margolang yang didampingi oleh anggota dewan lainya seperti, Handi Arfan Sitorus, Lela Sari Sinaga, Syahrial, Zaharuddin dan Sudung mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana pembagunan di Kabupaten Asahan, termasuk Masjid, alaun-alaun dan hutan kota. Namun diminta pemkab Asahan benar-benar merencanakan hal ini dengan sebaik-baiknya, agar kedepan tidak ada kejadian yang merugikan masyarakat Asahan. “ Artinya setelah semua ini terbagun, masyarakat dapat menikmatinya, “ kata Armen. (Humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

Rabu, 07 Desember 2011

Wah! Ada Gerhana Bulan Total di Malam Minggu

Jakarta - Malam minggu mendatang dipastikan langit tak dihiasi sinar bulan. Sebab 10 Desember malam gerhana bulan total bakal terjadi. Jangan lewatkan gerhana bulan terakhir di tahun 2011 ini.

"Gerhana bulan terjadi pada 10 Desember sekitar pukul 18.00 hingga 24.00 WIB," ujar peneliti bidang matahari dan antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Emanuele Sungging Mumpuni, kepada detikcom, Rabu (7/12/2011).

Sungging memastikan, gerhana bulan akhir pekan ini merupakan gerhana bulan terakhir di tahun 2011 ini. "Ini memang fenomena yang biasa terjadi. Tapi bagi yang menyukai fenomena langit tentu menarik melihat bulan berwarna merah lalu langit tiba-tiba gelap," sambungnya.

Dari Wikipedia, gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Fenomena ini terjadi bila Bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama. Karena posisi itu, sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh Bumi.

Saat gerhana bulan terjadi, seringkali bulan masih dapat terlihat lantaran masih ada sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer Bumi. Kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah, sehingga saat gerhana terjadi, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, atau cokelat.
Sumber : detik.com

Selasa, 06 Desember 2011

Bantuan Hukum Gratis untuk Masyarakat Miskin

MedanBisnis – Kisaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan di tahun 2011 telah menyediakan program bantuan hukum secara gratis bagi masyarakat miskin di Asahan. Hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat miskin dalam penegakan hukum dan hak azasi manusia (HAM).
Pemberian jasa hukum secara gratis tersebut dijelaskan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang terkait dengan pemandangan umum fraksi partai Demokrat DPRD Asahan, bahwa jasa bantuan hukum bagi masyarakat miskin yang dimulai tahun 2011 tersebut merupakan salah satu program pro rakyat.

“Program ini merupakan wujud dari misi Pemkab Asahan yang ke - 6, yakni memdorong terciptanya penegakan hukum dan HAM untuk menciptakan, keamanan, ketertiban dan keadilan bagi masyarakat,” kata Taufan saat berbincang dengan MedanBisnis, Senin (5/12) usai menghadiri sidang paripurna.

Jasa bantuan hukum yang diberikan tersebut, kata Taufan nantinya diberikan dalam bentuk pendampingan dan pembelaan hukum pada tingkat penyidikan di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan pidana yang wilayah hukumnya berada di Kabupaten Asahan. “Syaratnya gampang, hanya menunjukan KTP Asahan dan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau desa,“ ucap Taufan.

Taufan menjelaskan bantuan hukum gratis tersebut tidak dapat diberikan kepada semua jenis perkara, di antaranya, dugaan tindak pidana korupsi, makar, tindak pidana terhadap pejabat pemerintah yang melaksanakan tugas, dugaan tindak pidana terhadap fasilitas negara atau hasil-hasil pembangunan, tindakan korupsi melibatkan masyarakat dan tindakan pidana di luar wilayah Asahan. “Tidak semuanya jenis kasus dibela, diluar dari item yang kami tetapkan, tim siap mendapingi masyarakat,“ ungkap Taufan.

Sementara itu, tim pembela warga miskin Imam Satria mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pelayanan yang prima kepada warga yang menggunakan program Pemkab Asahan tersebut. Bahkan tim akan mendapingi mulai dari kepolisian hingga selesasi di tingkat pengadilan. “ Kita sudah siap, mendapingi hingga akhir persoalan,“ sebut Imam. ( indra sikoembang)
Sumber : medanbisnisdaily.com

Rp 1.000 Segera Berganti Menjadi Rp 1

Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan pemerintah tengah merumuskan Undang-Undang mengenai Redenominasi (penyederhanaan nilai mata uang rupiah). Namun sudah dapat dipastikan penyederhanaan rupiah akan mengurangi tiga angka nol.

"UU sedang disusun memang tidak mudah tetapi untuk penyederhanaan rupiah sudah bisa dipastikan mengurangi 3 angka nol," kata Ketua Tim Pengaturan Sistem Pembayaran BI, Puji Atmoko kepada detikFinance di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12/2011).

Menurut Puji, dalam pembahasan bersama pemerintah ada yang meminta angka nol dikurangi sampai empat digit. Tetapi sudah mengerucut hingga hanya 3 angka nol.

"Jadi ketika Rp. 1000 nanti akan menjadi Rp. 1," tuturnya.

Dijelaskan Puji, dalam penyusunan UU Redenominasi perlu studi khusus yang memang masih dilakukan bank sentral. Dalam UU tersebut nantinya proses sosialisasi jadi langkah inti dalam pelaksanaan redenominasi.

Sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan BI bersama pemerintah telah menyelesaikan harmonisasi pasal-pasal dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah. Setelah harmonisasi selesai, bank sentral bersama pemerintah akan mengajukan RUU tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

"Redenominasi sedang dalam proses pengajuan RUU-nya. Ya itu nanti kan masuk dalam Prolegnas terlebih dahulu, namun proses harmonisasi sudah selesai," ungkap Darmin.

Menurutnya, proses pengajuan RUU ini memang tidak mudah karena harus berdiskusi di bawah Wakil Presiden RI langsung. "Tetapi ini kan harus dilakukan harmonisasi terlebih dahulu yang itu sudah selesai karena memang harmonisasi itu harus ada," jelasnya.

Sebelumnya, Darmin berjanji sebelum masa pensiunnya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) selesai, proses redenominasi rupiah sudah berjalan. Masa jabatan Darmin akan berakhir di 2013.

"Sebelum masa jabatan habis saya ingin membuat BI itu lebih baik. Banknya beres, moneter beres termasuk redenominasi," ujar Darmin beberapa waktu lalu.

Proses redenominasi saat ini koordinator pelaksananya berada di tangan Wakil Presiden RI. Darmin optimistis, sebelum masa jabatannya berakhir di 2013, proses penyederhanaan mata uang rupiah ini akan berjalan lancar.

Redenominasi merupakan proses penyederhanaan nilai mata uang rupiah. Dalam kajian sebelumnya, redenominasi akan menghilangkan 3 nol dalam nominal rupiah sekarang, namun tidak akan mengurangi nilainya. Misalnya adalah uang Rp 1.000.000 nantinya menjadi Rp 1.000 namun nilainya tidak berkurang.

BI beberapa kali menegaskan, redenominasi bukanlah sanering karena nilai rupiah tidak akan berkurang setelah redenominasi. BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang semula dilaksanakan di tahun ini.
Sumber : detik.com

Senin, 05 Desember 2011

Kapolres Asahan Harapkan Pelajar dan Masyarakat Patuhi Lalulintas




Kisaran, (Analisa). Dalam Operasi Zebra Toba 2011 dengan sasaran kendaraan bermotor, Sat Lantas Polres Asahan tetap melakukan kampanye keselamatan lalu lintas, dengan melakukan Choacing Clinic kepada sejumlah pelajar yang ada di Kota Kisaran, Kamis (1/12).
Kapolres Asahan Harapkan Pelajar dan Masyarakat Patuhi LalulintasKapolres Asahan AKBP Drs Marzuki MM, di hadapan seratusan pelajar SMA Diponegoro Kisaran memberikan arahan tentang keselamatan lalu lintas di jalan raya yang harus dipatuhi pengendera bermotor.

"Kita berharap seluruh pengendera bermotor tetap mematuhi aturan lalu lintas," papar Kapolres.

Kapolres mengakui, kecelakaan lalu lintas yang terjadi lebih banyak disebabkan kelalaian manusia dan kecelakaan itu banyak melibatkan para pengendara dengan usia yang masih produktif, seperti anak sekolah.

"Kita tidak ingin kehilangan generasi akibat kecelakaan lalu lintas," paparnya sembari mengatakan, kecelakaan lalu lintas di negara ini cukup banyak mengambil korban jiwa berkisar antara 10 ribu hingga 20 ribu jiwa pertahun.

Melihat dari angka itu, bila dibanding dengan angka kematian akibat bencana alam tidak sampai seperti jumlah meninggal dunia dalam peristiwa laka lantas.

"Kami berharap kepada para pelajar untuk mematuhi aturan lalu lintas, dengan mengenakan kelengkapan kendaraan seperti helm, menghidupkan lampu pada siang hari dan kaca spion dan yang paling penting surat-surat kendaraan," tandas Kapolres yang dalam acara itu menyerahkan helm kepada sejumlah pelajar.

Kasat Lantas Polres Asahan AKP Eko Hartanto S.Ik mengatakan, dalam Operasi Zebra ini, selain memberikan tindakan tegas kepada pengendara sepeda motor yang tidak mematuhi aturan lalu lintas, pihaknya juga tetap melakukan sosialisasi seperti Choacing Clinic keselamatan lalu lintas yang disampaikan Kapolres, juga tindakan persuasif dengan teguran.

"75 persen kita melakukan tindakan tegas dengan memberikan tilang dan 25 persen lagi sosialisasi dan persuasif," paparnya.

Dia berharap kepada masyarakat, khususnya bagi pengendara sepeda motor untuk melengkapi kendaraan seperti helm, kaca spion dan menghidupkan lampu pada siang hari plus melengkapi surat-surat kendaraan seperti STNK dan juga SIM. "Kelengkapan kendaraan sangat penting dalam berkendaraan," paparnya.

Salah seorang pengurus PKS SMA Diponegoro menyambut baik Coaching Clinic Keselamatan Lalu Lintas yang dilaksanakan Sat Lantas Polres Asahan, selain pengetahuan tentang peraturan lalu lintas, juga menyadarkan betapa pentingnya kelengkapan kendaraan itu.

"Selama ini kita melihat masyarakat, enggan dan merasa risih dengan kelengkapan kendaraan, padahal semua itu adalah untuk keselamatan diri sendiri," paparnya. (aln)
Sumber : analisadaily.com

Kapolres Asahan: Program Kepung Kota Kisaran Dipermanenkan




Kapolres Asahan: Program Kepung Kota Kisaran Dipermanenkan
Kisaran, (Analisa) . Program Kepung Kota Kisaran (K3) yang digagas Kabag Ops Polres Asahan Kompol Faisal F Napitupulu SIk, akan dipermanenkan Kapolres AKBP Drs Marzuki MM dengan mendirikan posko-posko yang tersebar di beberapa titik, khususnya di Kota Kisaran.
"Kita akan tetap melanjutkan program K3, bahkan akan dipermanenkan dengan membangun pos-pos di beberapa titik," kata Kapolres Asahan AKBP Drs Marzuki MM saat berbincang dengan Analisa, Sabtu (3/12) di salah satu warung kopi di Kota Kisaran.

Diakuinya, pos K3 akan sangat efektif apabila dibangun secara permanen, hingga petugas kepolisian akan lebih fresh dalam menjalankan tugas dan fungsinya, hingga akhirnya mampu menekan aksi kejahatan perkotaan seperti jambret, pencurian dan lain sebagainya.

Dengan berdirinya pos K3 itu, dengan titik yang ditentukan seperti di Pangkal Titi Kota Kisaran, Simpang Bunut, Lapangan Parasamya dan Gambir Baru, sebagai pintu keluar masuk untuk mendapatkan Kota Kisaran akan lebih nyaman. "Bila pelaku kejahatan beraksi di dalam kota, keluar akan berhadapan dengan Posko K3," paparnya.

Karena itu, para pelaku kejahatan seperti jambret yang saat ini sangat meresahkan warga, untuk berpikir seribu kali melakukan aksi kejahatan itu, sebab petugas kepolisian akan siap menghadang di jalan.

"Mudah-mudahan program ini bias berhasil menciptakan rasa aman bagi masyarakat," paparnya sembari menyebutkan, pihaknya akan bekerjasama dengan perbankan untuk mendirikan pos.

Namun yang paling efektif untuk mencegah aksi kejahatan perkotaan itu, masyarakat itu sendiri, jangan menggunakan handphone saat mengendarai sepeda motor dan juga tas bawaan harap dijaga dengan hati-hati. "Kejahatan itu muncul karena ada kesepatan. Karena itu jangan berikan kesempatan," papar perwira berkulit hitam manis itu.

Kabag Ops Kompol Faisal F Napitupulu yang ikut menemani Kapolres menikmati kopi "Chong Bie" itu mengatakan, dia menyambut baik keinginan pimpinannya untuk mendirikan Pos K3 secara permanen.

"Kita siap untuk mengamankan Kota Kisaran," timpalnya.

Salah seorang tokoh pemuda, juga menyambut baik keinginan Kapolres dalam menciptakan sitiuasi aman dan kondisif di Kota Kisaran, apalagi saat ini orang nomor satu di Polres Asahan it uterus memberantas segala macam bentuk kejahatan seperti judi, peredaran narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. "Lihat statemen Kapolres dengan tegas mengatakan perang dengan judi dan narkoba," paparnya.(aln)
Sumber : analisadaily.com


Kader Posyandu Diminta Bekerja Profesional

MedanBisnis – Kisaran. Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang meminta kepada kader pos pelayanan terpadu (posyandu) mendukung pemerintah dalam menjalankan visi dan misinya yakni religius, sehat, cerdas dan mandiri. Untuk mewujudkanya, para kader Posyandu diminta bekerja secara proaktif dan profesional
Permintaan itu disampaikan bupati karena keberadaan posyandu merupakan garda terdepan untuk mewujudkan peningkatan derajat kesehatan dan ke depannya akan berdampak pada peningkatan kualitas bangsa. Kemudian, lingkungan sehat merupakan cermin perilaku sehat, perilaku sehat menunjukan kemandirian masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan dan didukung oleh pelayanan kesehatan yang bermutu.

Bupati juga meminta kepada seluruh jajaran kesehatan harus mampu mendorong masyarakat untuk terus menerus meningkatkan komitmennya dalam peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, sehingga masyarakat semakin sehat dan produktif sebagai langkah pasti peningkatan kualitas bangsa.

“Marilah kita terus membangun Asahan tercinta ini dengan mencintai kesehatan sebagai dari kehidupan yang perlu dipelihara, dijaga dan ditingkatkan,“ kata Taufan saat berada di acara Jambore kader Posyandu ke II, Kecamatan Prapat Janji, Sabtu (3/12) di lapangan sepak bola PTPN III Kebun PKS Sei Silau.

Taufan mejelaskan bahwa Posyandu adalah kebijakan dalam bentuk pos pelayanan terpadu, yaitu wadah lintas sectoral dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat.

“Dari ratusan keberadaan Posyandu di Asahan, saya berharap angka kematian ibu dan anak dapat terus menurun serta kasus gizi buruk dapat diatasi dengan cepat dan tepat dan terlaksanya cakupan imunisasi yang lengkap bagi balita,“ ungkap Taufan dihadapan ribuan kader Posyandu, seraya mengatakan jamborer kader Posyandu tersebut akan terus dilaksanakan untuk jambore ke III.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan drg Habinsaran menjelaskan kegiatan jambore kader Posyandu ke II tahun 2011 yang dihadiri kader Posyandu se-Kabupaten Asahan berjumlah 1.902 kader tersebut merupakan wadah silaturahmi bagi sesama kader. Diharapkan dari jambore kader Posyandu dapat bertukar pikiran dalam meningkatkan pelayanan Posyandu di masing-masing daerah.

Kegiatan jambore, kata Habinsaran dilakukan selama dua hari mulai hari Jumat (2/12) malam hingga Sabtu (3/12) sore. Semua kader diberikan fasilitas mulai dari makan hingga lokasi tidur.

“Bupati dan ketua PKK rela menginap bersama kader dalam acara ini,“ cetus Habinsaran, seraya mengatakan jambore dirangkai dengan kegiatan lomba yel-yel Posyandu, lomba kuis rangking satu, pengisian KMS, pentas seni, olahraga dan out bond. (indra sikoembang)
Sumber : medanbisnisdaily.com

Jambore Kader Posyandu Ke II di Asahan

asahan ( berita kabupaten )
Setelah sukses menggelar jambore kader Posyandu pertama, kini Pemkab Asahan melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar Jambore Kader Posyandu ke II di Lapangan Sepak Bola PTPN III Kebun PKS Sei Silau, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan.
Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang dalam sambutanya mengatakan bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kedepanya akan berdampak pada peningkatan kualitas bangsa, maka keberadaan Posyandu merupakan garda terdepan untuk mewujudkan harapan tersebut.
Sehingga untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Asahan, menegaskan untuk mengsinergikan empat pilar pembagunan, pertama diminta kepada kader posyandu bekerjalah secara proaktif dan profesional. Dukunglah pemerinth dalam menjalankan visi dan misinya yakni Religius, Sehat, Cerdas dan Mandiri.
Kemudian, lingkungan sehat merupakan cermin perilaku sehat, perilaku sehat menujukan kemandirian masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan dan didukung oleh pelayanan kesehatan yang bermutu untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat Asahan yang optimal. Untuk meningkatkan derajat kesehatan bukan tanggung jawab bidang kesehatan, namun sangat diperlukan partisipasi berbagai program dan berbagai sektor.
Selanjutnya Bupati Asahan minta seluruh jajaran kesehatan harus mampu mendorong masyarakat untuk terus menerus meningkatkan komitemennya dalam peningkatan kualitas kesehatan lingkungan , sehingga masyarakat semakin sehat dan produktif sebagai langkah pasti peningkatan kualitas bangsa.
“ Marilah kita terus membagun Asahan tercinta ini dengan mencintai kesehatan sebagai dari kehidupanyang perlu dipelihara, dijaga dan ditingkatkan, “ Kata Bupati Asahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, drg Habinsaran menjelaskan kegiatan jambore kader posyandu ke II tahun 2011 yang dihadiri kader posyandu se-Kabupaten Asahan berjumlah 1.902 kader tersebut merupakan wadah silaturahmi bagi sesama kader, diharapkan dari jambore kader posyandu dapat bertukar pikiran dalam meningkatkan pelayanan posyandu di masing-masing daerah.
Jambore ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Asahan terhadap kader posyandu, karena kader merupakan garda terdepan dalam melaksanakan posyandu mulai dari pembuatan jadwal posyandu, pemuktakhiran data dan lainnya. Kegiatan jambore dilakukan selama dua hari mulai hari Jumat malam hingga Sabtu Sore, semua kader diberikan fasilitas mulai dari makan hingga lokasi tidur, begitu juga Buapti Asahan dan pejabat lainya, semua mendapat fasilitas yang sama.
“ Bupati dan ketua PKK rela menginap bersama kader dalam acara ini, “ cetus Kadis Kesehatan disela –sela persiapn penutupan Jamborer Posyandu ke II, Sabtu, 3 Desember 2011, seraya mengatakan Jambore dirangkai dengan kegiatan lomba yel-yel posyandu, lomba kuis rengking satu, pengisian KMS, pentas seni, olah raga dan out bond.(asn/Humas-1)

Kamis, 01 Desember 2011

Bupati Asahan Sambut Jemaah Haji Dari Bandara Polonia

Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP menyambut Jemaah Haji Asahan langsung dari lokasi berhentinya pesawat, Bandara Polonia Medan Sumatera Utara, sekitar pukul 02.00 Wib dini hari, Rabu, 30 November 2011.
Setelah beberapa menit Bupati Asahan menyambut jemaah  hingga habis jemaah haji Asahan turun dari pesawat, Bupati berasama seluruh jemaah secara bersama-sama menuju lokais Asrama Haji Medan untuk melakukan sholat Subuh berjemaah setelah itu langsung berangkat menuju Pesantren Daar Uluum Kisaran, tiba sekitar pukul 09.00 Wib.

Ketika 10 bus pariwisata yang disiapkan Pemkab Asahan untuk menjemput para jamaah haji tiba di lokasi, langsung berkumandang shalawat guna menyambut kepulangan tamu-tamu Allah itu, tidak sedikit jamaah haji meluapkan kegembiraan mereka setelah bertemu dengan sanak keluarga sehingga suasana haru terlihat di halaman pesantren tersebut.

Bupati Asahan dalam sambutanya mengatakan bahwa sebagai orang yang baru pulang melaksanakan ibadah haji, doa jemaah masih termasuk doa yang akan dikabulkan oleh Allah SWT, oleh karena itu diminta jemaah dapat mendoakan masa depan kabupaten Asahan lebih baik lagi untuk mewujudakan visi dan misi Pemkab Asahan. “ Kami hanya berharap doa para jemaah untuk Asahan ini, dan saya tidak berpanjang sambutan ini, karena sanak saudara tidak sabar untuk memeluk dan mencium, apalagi jemaah sudah tidak sabar dengan makan gulai asam, sambal belancan, “ kata Bupati Asahan sambil menghibur para jemaah.

Laporan dari Kasi Pelayanan Haji Kementerian Kabupaten Asahan Drs H. Parenta Siregar bahwa jumlah keberangkatan haji Asahan dengan kloter 17 sebanyak 326 orang dan yang pulang berjumlah 324 orang jemaah. Satu jamaah haji asal Kecamatan Pulo Rakyat, Kabupaten Asahan, Hasan Juara Siahaan meninggal dunia, sedangkan seorang lagi atas nama Aisyah Lim Abdulah warga Kecamatan Kisaran Barat terpaksa menjalani perawatan medis, karena penyakit yang dialaminya dan rencana akan kembali ke tanah air yang akan bergabung dengan kloter 19. (Humas-1)
Sumber : Humas Setdakab Asahan

kompas.com