Selasa, 01 Februari 2011

Mutiara dari Buntu Pane














Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA.

  Lahir di Buntu Pane Sumatera Utara pada 20 Juli 1980
 Tiba di Mesir  : September 2004
 Alamatsdisindonesia   : Desa Aek Polan, Kec. Buntu Pane,
   Kab. Asahan - Sumatera Utara
 Alamat di Mesir       : Bld. 4 Masakin Nisfu Lux H-6
   Nasr City Cairo-Egypt
 Kekeluargaan : HMM
  :
 Nomer Telpon/HP : +20160132645
 Fakultas  : Filologi & Studi Manuskrip Arab
   (Tahqiq Turats al Makhthuthaat)
 Universitas     : Institut Manuskrip Arab Kairo 
   (Ma’had al Makhthuthaat al ‘Arabiyyah al Qahirah )
   Liga Arab

Judul Tesis :


غُنْيَةُ الفَهِيْم والطَّرِيْق إلى حَلِّ التَّقْوِيْم لابْن المَجْدِي (المتوفى سنة 850 ﮪ) / تحقيق ودراسة
 “Ghunyatul Fahim wat Thariq Ila Hall at Taqwim”
(Analisis Komprehensif dan Metode Pemecahan Penanggalan)
Karya Ibnul Majdi (w. 850 H) / Tahkik & Dirasah

 Tanggal Munaqasyah   : 13 Juli 2009
 Predikat : Mumtaz
 Lama Pendidikan  : 5 Tahun ( 2004 - 2009 ) 
 Rencana Kelanjutan Studi  : S-3
 Riwayat Pendidikan : SD Negri 010101 Ambalutu (1993)
   MTs Al Washliyah Buntu Pane (1996),
   SMU PAB 6 Helvetia, Medan (1999),
   S-1 Fakultas Syari’ah Universitas Islam Sumatera Utara (2003)
Kesan selama menempuh pendidikan di Mesir:
Mesir adalah negeri yang unik & menarik, tidak terlalu hirau dengan formalitas dan ceremonialitas, namun terkadang ‘amburadul’ dalam urusan administrasi dan birokrasi (ijra’at). Mesir adalah negeri peradaban, negeri yang pernah hidup, tinggal dan disinggahi para Nabi, Ulama dan orang-orang shaleh. Saya sangat menikmati kekayaan peradaban dan kebudayaan negeri ini, khususnya turats & literatur yang ada di negeri ini. Berbagai disiplin ilmu pengetahuan baik agama maupun sains ada disini, mathbu’ (turats yang sudah dicetak) maupun makhthuth (manuskrip). Hal yang paling saya sayangkan ketika akan meninggalkan negeri ini adalah berpisah dengan khazanah turats tersebut, karena kekayaan ini sepertinya tidak saya temukan di tempat lain.

Pesan bagi mahasiswa lain:
Teruslah berproses menuju sesuatu yang baik dan lebih baik. Sejatinya keteraturan perputaran Bumi, Bulan, Matahari dan benda-benda angkasa seluruhnya dalam lintasannya yang tak pernah salah lintas mengindikasikan bahwa segala sesuatu dicapai dengan proses panjang yang tiada henti, yang jika proses ini terhenti mengakibatkan goyah dan tidak stabilnya tatanan kehidupan. Sembari tetap meyakini bahwa segala sesuatunya sudah diatur oleh ‘dzat’ yang Maha cerdas, Allah Swt.


Sumber : http://www.atdikcairo.org/info-pendidikan/profil-alumni/244-arwin-juli-rakhmadi-butar-butar-ma.html

0 komentar:

Posting Komentar

kompas.com