Rabu, 16 Maret 2011

Duta Festival Nasyid Tingkat Kabupaten Kecamatan Buntu Pane

Seperti yang diposting sebelumnya bahwa Tim Juara I Festival Nasyid Remaja Putri tingkat Kecamatan Buntu Pane beserta ratusan pendukungnya berunjuk rasa di depan Kantor Camat Buntu Pane. Setelah dikonfirmasi ternyata Camat Buntu Pane, Muhilli sebenarnya melakukan hal yang terbaik, Camat memanggil Juara I, II, dan III untuk diseleksi ulang guna mendapatkan pemain Nasyid terbaik untuk dikirim ke Tingkat Kabupaten dengan mengundang Tim penilai dari Kabupaten, Saudara Dahril. Hasil seleksi tersebut menghasilkan satu tim yang terdiri dari 7 Orang dari Juara III dan 4 Orang dari Juara II. Disinilah terjadi kecemburuan sehingga terjadi unjuk rasa di depan Kantor Camat.
CAMAT BUNTU PANE SANGAT BIJAK dan PEMIMPIN YANG BAIK, Sebenarnya BUKAN JUARA III YANG DIKIRIM tetapi HASIL SELEKSI GABUNGAN yang dilakukan oleh Tim Penilai Kabupaten atas undangan Camat Buntu Pane, Muhilli.
Setelah menerima para pengunjuk rasa, Camat Buntu Pane, Muhilli mengadakan rapat tertutup yang di hadiri Ketua Dewan Hakim, Kepala Desa Prapat janji Indra Mahyudi Sitorus, Kepala Desa Perkebunan Sei Silau Syahrial Rambe, Dewan Juri Bisri, Kepolisian Buntu Pane, Official Nasyid PKS Sei Silau, dan Pemuka Masyarakat Paino untuk memilih Tim mana yang akan dikirim ke Tingkat Kabupaten. Dalam Rapat tersebut Kepala Desa Perkebunan Sei Silau, Syahrial Rambe mengusulkan agar Duta Festival Nasyid Tingkat Kabupaten Kecamatan Buntu Pane diwakili dari kafilah Desa Ambalutu.
Dihubungi melalui telepon Sellular salah satu Dewan Juri, Heri Kusmiadi menyatakan, "Dari hasil rapat antara Dewan Juri memutuskan Tim yang akan dikirim ke Tingkat Kabupaten yaitu Para Pemain diambil dari Juara III, Vokalis dari Juara I dan Busana dipilih dari Juara II, Karena terjadi Kesenjangan maka Camat Buntu Pane berinisiatif untuk mengundang Tim Penilai dari tingkat Kabupaten untuk menyeleksi Tim. Dari hasil seleksi yang diadakan tidak satupun dari anggota Juara I yang terpilih untuk mewakili ke Tingkat Kabupaten, Makanya terjadi Unjuk Rasa". ungkap Heri sambil menutup ponselnya.
Semoga dengan kejadian ini menjadi pelajaran bagi Masyarakat Kecamatan Buntu Pane untuk belajar lebih menghargai Musyawarah dan Berjiwa besar.

0 komentar:

Posting Komentar

kompas.com